Warung Bebas

Senin, 21 Januari 2013

Cerita Nabi Zakaria a.s.


Cerita_Nabi_Zakaria_a.s.Nabi Zakaria Alaihissalam mendambakan seorang anak
Nabi Zakaria Alaihissalam adalah pemimpin Bani Israil. Ia sangat mendambakan seorang anak, namun ia merasa pesimis karena usianya yang sudah sangat lanjut. Nabi Zakaria Alaihissalam lalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberi seorang anak. Akhirnya doanya terkabul. Di usianya yang ke-90, ia dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Yahya.


Ketika mendengar kabar yang dibawa oleh malaikat bahwa ia akan dikaruniai anak dan istrinya akan segera mengandung, Zakaria sempat merasa tidak yakin, lalu ia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberi tanda untuk mengetahui bilamana istrinya telah hamil. Maka Allah memberitahukan kepadanya bahwa tandanya ialah dia tidak akan dapat berbicara dengan manusia dan bertukar pikiran kecuali dengan isyarat tangan, mata, menggoyangkan kepala atau semacam itu, dan hal itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari itu, hendaklah ia memperbanyak tasbih di waktu pagi dan petang, karena meskipun tidak dapat berbicara dengan orang lain, namun ia tetap dapat beribadah dan bertasbih.

Kisah ini tedapat dalam surat Maryam: 7-11.

Kelahiran Maryam binti Imran
Zakaria adalah paman dan wali pemelihara Maryam binti Imran. Imran adalah salah seorang penguasa dan Ulama Bani Israil yang meninggal dunia ketika Maryam masih dalam kandungan ibunya. Maryam adalah gadis suci yang setiap hari selalu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di mihrabnya di Baitulmakdis. Sesuai nazar yang diucapkan ibunya sejak Maryam masih dalam kandungan, hak pemeliharaan Maryam diperoleh Nabi Zakaria Alaihissalam melalui undian karena begitu banyaknya ulama Bani Israil yang ingin menjadi wali gadis suci itu.

Ketika memelihara Maryam, banyak keanehan yang dialami Nabi Zakaria Alaihissalam yang semakin meyakinkannya bahwa Maryam berada dalam pemeliharaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Antara lain Nabi Zakaria Alaihissalam menyaksikan bahwa dalam mihrab Maryam terdapat buah-buahan musim panas, padahal tidak seorang pun dapat masuk kesana, lagipula saat itu adalah musim dingin. Maryam mengatakan bahwa buah-buahan itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kisah kelahiran Maryam dan pemeliharaan Nabi Zakaria Alaihissalam terhadapnya terdapat dalam surat Ãli-’Imrân: 35-37 dan 42-44.

Wafatnya Nabi Zakaria Alaihissalam
Yahya putra Zakaria meninggal lebih dulu daripada ayahnya. Setelah kematian Yahya, perhatian orang-orang yang beriman beralih kepada Nabi Zakaria Alaihissalam yang sudah tua. Mereka meminta pendapat tentang masalah pernikahan antara ayah dan kemenakan yang ingin dilakukan oleh Raja Hirodus, namun sama seperti Nabi Yahya Alaihissalam, Nabi Zakaria Alaihissalam juga tetap berpegang teguh pada syariat Taurat bahwa pernikahan semacam itu diharamkan.

Akibat sikapnya ini, Raja Hirodus menjadi marah dan memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Nabi Zakaria Alaihissalam. Namun rakyat melindungi nabi yang sudah berusia lanjut itu. Sampai pada suatu hari, Nabi Zakaria Alaihissalam bersembunyi di sebuat hutan, mendadak hutan itu dikepung oleh bala tentara Hirodus yang dibantu tentara Romawi. Nabi Zakaria Alaihissalam melihat sebuah pohon besar yang bagian tengahnya membelah. Masuklah ia ke dalam pohon itu, sehingga tentara Hirodus tak dapat menemukannya.

Tetapi iblis yang menyerupai wujud manusia memberitahukan tempat persembunyian Nabi Zakaria Alaihissalam ini kepada tentara Hirodus. Para prajurit itu sebenarnya tidak terlalu percaya, namun mereka menggergaji pula pohon yang dimaksud. Mendadak dari pohon itu keluar darah. Dengan demikian mereka mengira telah membunuh Nabi Zakaria Alaihissalam.
 Benarkah demikian?

Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Tahu apa sebenarnya yang telah menimpa diri Nabi Zakaria Alaihissalam.

biografizone.blogspot.com

0 komentar em “Cerita Nabi Zakaria a.s.”

Poskan Komentar