Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Dajjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dajjal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Macam-Macam Fitnah Dajjal


Macam-Macam Fitnah Dajjal
Bentuk fitnah dajjal
Munculnya Dajjal merupakan salah satu tanda hari kiamat kubra (tanda-tanda yang besar). Artinya, tanda-tanda yang muncul mendekati hari kiamat dan bukan tanda yang biasa terjadi. Seperti munculnya Dajjal, turunnya ‘Isa, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, serta terbitnya matahari dari sebelah barat. (Lihat At-Tadzkirah karya Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu hal. 264, Fathul Bari 13/485, dan Ikmal Mu’allim Syarah Shahih Muslim, 1/70)
Dan fitnah yang dilakukan Dajjal banyak sekali, di antaranya:


1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya.
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali. (HR. Muslim, 2938/113)

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan.
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta.
Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluarnya Dajjal dengan membawa fitnah yang demikian dahsyat, hendaknya ia mengamalkan beberapa sebab untuk menjaga dirinya dari Dajjal dan fitnahnya

Jumat, 14 September 2012

Pemuda Nasrani yang Masuk Islam Karena Bertemu Dajjal


Dari Fatimah binti Qais mengatakan; "saya mendengar muazzin memanggil untuk sholat. Saya pun pergi ke masjid dan sholat bersama Rasulullah saw. Selesai sholat, Rasulullah saw naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda saw tertawa dan berkata: "Jangan ada yg bergerak! Hendaklah semua duduk diatas sajadahnya!" kemudian berkata: "Tahukah km mengapa aku memerintahkan km jangan ada yg pulang?" kami menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yg lebih tahu."

Rasulullah saw berkata lagi: "Demi Allah aku menyuruh kamu kesini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi kabar gembira. Aku ingin menceritakan kpd km bhwa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal. Kisah yg dia ceritakan itu sesuai dgn apa yg telah aku ceritakan kpd km sebelumnya.

Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dgn menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah2 samudra yg luas. Mereka tdk dpat menggerakkan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada diatas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yg tdk ditempati orang itu mereka berjumpa dgn binatang yg sangat tebal bulunya sehingga tdk nampak apakah ia jantan atau betina. Mereka bertanya kpd binatang itu: "Makhluk apa engkau ini?" binatang itu menjawab: "sy adalah Al-Jassasah." mereka tanya: "Apa itu Al-Jassasah?" Binatang itu hanya menjawab: "Wahai kumpulan lelaki, pergilah km ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini! Sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dgn km. Mereka pun pergi ke tempat yg ditunjukkan oleh binatang itu.
Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yg sangat menyeramkan, besar & tegap. Artinya mereka tdk pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dgn besi yg sangat besar & kuat, begitu jg dari lututnya sampai ke telapak kakinya. Mereka bertanya: "Siapakah anda?"
Orang seperti raksasa itu menjawab: "Kamu tentu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya: "Siapa km ini?"
Mereka menjawab: "Kami adalah manusia berbangsa Arab. Kami pergi ke laut menaiki kapal, tiba2 datang ombak besar membawa kami ke tengah2 samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulai yg tuan tempati ini.
Pada mulanya kami berjumpa dgn binatang yg sangat tebal bulunya sehingga kami tdk dpt mengenali apakah dia jantan atau betina. Kami tanya dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: "Wahai kumpulan lelaki, pergilah km ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dgn km."
Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah berjumpa dgn tuan dan kami ingin tahu siapa tuan sebenarnya?" Makhuk yg sangat besar itu belum menjawab soalan mereka. Lalu Raksasa besar itu balik bertanya: "Ceritakan kamu kepadaku keadaan kebun kurma yg di Bisan itu,!"(nama tempat di negeri Syam)
Mereka menjawab: "Keadaan apanya yg tuan maksudkan?"
Orang besar itu menjawab: "Maksudku apakah pokok kurma itu berbuah?" setelah mereka menjawab bahwa pokok kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: "Aku takut klu pokok itu tdk berbuah."
Lalu Orang besar itu bertanya lagi; "Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabariah!"
Mereka menjawab: "Tentang apanya yg tuan maksudkan?"
Orang besar itu menjawab: "Maksudku apakah airnya masih ada?"
Mereka menjawab: "Airnya tdk susut, masih ada dan sampai sekarang masih digunakan oleh para penduduk."
Orang besar itu berkata: "Air sungai itu suatu saat akan kering."
Orang besar itu berkata lg: "Apakah sudah muncul Nabi Akhir zaman Nabi Al-Amin di Makkah itu?"
Mereka menjawab: "YA"
(dalam hati orang besar itu berkata: berarti sebentar lagi aku akan diijinkan keluar.)
Akhirnya lelaki seperti raksasa itu berkata: "Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu,! Dan Apa yg dia buat?"
Mereka menjawab: "Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah."
Orang besar itu bertanya lagi: "Apakah dia diperangi oleh orang2 Arab?"
Mereka menjawab: "YA, Mereka memeranginya."
Orang itu bertanya lagi: "Kalau begitu apa pula tindakn dia terhadap mereka?"
Mereka menjawab: "Rasulullah SAW telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.
Orang besar itu berkata lagi: "Memang begitulah, padahal mereka akan beruntung jika taat kepadanya. Sekarang aku terangkan kepadamu, bahwa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajahi dunia ini. Dalam masa empat puluh malam sudah dapat aku jelajahi semua, kecuali Makkah dan Madinah yg aku tdk dapat memasukinya. Karena Negeri Makkah & Madinah dikawal oleh para Malaikat. Maka aku tidak dapat menembusnya."

Rasulullah brcerita lg kpd seluruh jama'ah masjid, Rasulullah saw menekankan tongkatnya diatas mimbar sambil berkata: "Inilah negeri yg tidak dapat dimasukinya itu, yaitu Madinah. Saudara2 sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kpd km?"
Mereka menjawab: "Ya, sudah ya Rasulullah."
Rasulullah berkata lagi: memang seharusnya hadits Tamim itu lebih meyakinkan sy lg. Ceritany itu bersesuaian dgn apa yg telah aku sampaikan kepada kam sebelumny. Yaitu Makkah dan Madinan yg dikatakan tidak dapat dimasui Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,: kata Rasulullah saw sambil menunjuk ke arah timur.
Rasulullah telah menguatkan Dajjal akan datang dari arah timur. Ada yg mengatakan bahwa Dajjal akan datang dari khurasan atau I Isfahan

"Wallahu A'lam Bish Showab"