Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Tips Menyelamatkan Wanita dari Fitnah

Tips Menyelamatkan Wanita dari Fitnah

Seorang pejuang jihad dari bumi Afghanistan mengatakan bila seorang bidadari sedang minum teh,maka kita bisa melihat teh tersebut mengalir di lehernya. Masya Allah sungguh sulit mengukur kecantikan seorang bidadari. Dan Alhamdulillah Allah menjanjikan bagi para wanita muslimah Bahwa mereka jauh lebih baik dari pada bidadari bila mereka mau menjadi mislimah sholehah.


Sepertinya tingginya gunung yang tidak mungkin di daki dengan sekali melangkah ,demikian jga menjadi wanita sholehah bukanlah level yang bisa diraih hanya dengan ibadah yang asal-asalan . Perlu keseriusan hati untuk itu. Bahkan sebaliknya wanita bisa begitu mudah terperosok dalam kesalahan bila ia larut kesenangan dunia
Rasul shallaullahu alaihi wasallam bersabda:
"sepeninggalku tidak ada fitnah yang lebih besar dari pada wanita” {HR BUKHARI DAN MUSLIM}

Ucapan Rasul ini adalah peringatan bagi kaum wanita agar sangat berhati-hati berbicara,bersikap, dan bertindak agar kita tidak menjadi bagian dari fitnah dunia.

Pertanyaannya "bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita selamat dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah .?
Ini adalah pertanyaan yang sangat krusial untuk di analisa dan di fahami oleh setiap muslimah

1  HINDARI GOSSIP
Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gossip entah itu ikut nimbrung dengar kawan bergossip atau menonton/ mendengar acara gossip. Dengan menghindari masuknya gossip anda tidak akan punya bahan untuk bergossip.
" Ingatlah gossip itu sebagai perbuatan yang sangat menjijikan” { QS AL HUJURAT 12}

2  MENJAGA PAKAIAN
Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya tetapi terlebih lagi harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pemandangan. Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh bahan yang terlalu tipis,dan terbuka aurat. Namun juga kita harus bisa tampil bersih, rapi , menyenangkan dan syar'I { QS AN NUR 31}

3  BETAHLAH DI RUMAH
Jika tidak punya keperluan yang penting ,lebih baik bagi wanita untuk berada di rumahnya. Lebih baik menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul dengan teman2 dari pada harus bertemu di cafe tau tempat-tempat umum lainya. Jangan lupa untuk mengajak tamu kita untuk shalat atau tilawah bersama dan muliakan dia dengan memberinya hidangan { tentu teman sesma wanita}

4  MEMELIHARA FIKIRAN
Sibukkanlah fikiran kita dengan hal-hal berguna hingga ia tidak memberikan tempat bagi fikiran jelek. Bila kita membiarkan satu fikiran yang jelek ada dalam otak kita,maka ia akan turun kehati. Jika ada kesempatan yang pas ,maka sadar atau pun tidak sadar kita akan melepaskannya. Bunuhlah fikiran yang jelek itu sebelum ia membunuh amal kita.

5  HATI-HATI MEMILIH TEMAN
Seperti disebut dalam point pertama hendaknya kita hindari gossip . Salah satu caranya adalah memilih teman yang tepat yaitu teman yang selalu mengajak kepada kebenaran ,mengingatkan kita jika salah. Bukan teman yang hanya suka berhura-hura Rasul berpesan:
"Seseorang akan mengikuti cara temannya maka berhati-hatilah memilih teman yang anda percayai {HR ABU DAUD}
Jangan takut untuk melepas teman yang tidak mau di ajak kepada kebaikan

6 HATI-HATI PILIH TEMPAT BERSOSIAL
Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk di perhatikan Tentu bar dan nighclub bukannya tempat seorang muslim. Jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat

7  HATI-HATI KETIKA BERSELANCAR
Di Dunia internet saat ini, tempat2 maksiat bisa dengan mudah di temui di WEBSITE juga dalam bersosialisasi di dunia maya {FACEBOOK ,MULTIPLY,TWITTER DLL} pilihlah teman/contact yang bisa menambah iman ,bukan berteman dengan orang yang suka menuliskan gossip

Selain itu juga perhatikan seluruh media yang kita gunakan mulai dari majalah ,koran,televisi,radio ,hp,dll Pilihlah dengan hati-hati karena mereka bisa mempengaruhi pikiran kita.

8  MENIKAHLAH
Bagi siapa saja yang sudah merasa siap untuk hidup berumah tangga baik secara psiologis,agama maupun biologis ,sebaiknya ia menikah. Menikah bisa membuat hati lebih tentram dan sejuk sekaligus menghindarkan dari fikiran2 jelek ,mengurangi narsisme dan show off.

Rasul mengatakan menikahlah terlebih dahulu sebagai solusi pertama,baru jika tidak mampu disunnahkan untuk berpuasa
"wahai para pemuda siapa saja di antara kamu sudah merasa mampu menikahlah,namun jika tidak mampu,berpuasalah {HR BUKHARI}

9  BERPUASALAH
Seperti di singgung di atas, bagi yang tidak mampu menikah sebaiknya berpuasa.
Tidak mampu disini bisa jadi karena tidak punya biaya atau belum ketemu jodohnya,
Bersabarlah dan berpuasalah . Dengan berpuasa hati dan fikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengurangi nafsu terhadap dunia {AL QURTUBI}

10 ISI HATI DENGAN DZIKIR
Isilah tiap waktu kita dengan dzikir . Dzikir itu seperti tugas keamanan yang melindungi hati kita dari bisikan dan fikiran jahat disisipkan syaithon Jika hati kita terjaga insya Allah hati,kaki,tangan,dan fikiran kita juga akan terjaga.

Selasa, 12 Februari 2013

Tips Melahirkan Anak Soleh


Tips Melahirkan Anak Soleh
Memiliki anak yang soleh merupakan dambaan setiap orang tua. Berikut ini adalah beberapa perkara yang bisa menjadikan keturunan kita menjadi anak yang soleh dan solehah.:
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Seseorang wanita itu dinikahi kerana empat perkara: kerana hartanya, kerana kedudukannya, kerana kecantikannya dan kerana agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, maka engkau akan beruntung – Hadis riwayat al-Bukhari. 



Kedua, hendaklah membaca doa sebelum melakukan hubungan badan agar terhindar daripada gangguan syaitan. Rasulullah SAW telah mengajar kepada kita seperti dalam satu hadis Baginda bersabda: “Sekiranya seseorang di antara kamu ketika hendak mendatangi isterinya, maka hendaklah ia membaca: “Bismillah, Allahumma jannibnas Syaitana wajannibis syaitana ma razaktana. Maksudnya: Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah syaitan daripada kami dan jauhkanlah syaitan daripada apa yang Engkau rezekikan kepada kami.
Jika Allah takdirkan (dengan hubungan tersebut lahir) seorang anak, maka syaitan tidak boleh memudaratkannya.” – Riwayat al-Bukhari.
Ketiga, hendaklah mengambil berat bayi yang berada dalam kandungan ibunya. Perhatian itu sama ada kesihatan bayi yang dikandungnya, mahupun sifat-sifat yang akan diturunkan daripada ibu kepada anaknya.
Keempat, seorang ibu hendaklah sedar terhadap apa yang dikerjakan sehariannya agar tidak melakukan perkara buruk yang akan berpengaruh kepada bayinya nanti.
Kelima, hendaklah menerima dengan senang hati bayi yang dilahirkannya sama ada perempuan atau lelaki. Kerana ada di kalangan pasangan yang tidak suka jika lahir anak perempuan. Sikap ini adalah sifat jahiliah yang perlu dijauhi. Orang Quraisy pada zaman jahiliah apabila lahirnya anak perempuan, maka mereka membunuhnya. Begitu juga kadang-kadang Allah SWT menguji ibu dan ayah dengan anak yang kurang sempurna seperti buta, bisu, pekak. Sekiranya ibu bapa itu menerima dengan berlapang dada, maka ia tetap berasa senang. Namun, sekiranya ibu bapa tidak senang menerimanya, ia boleh membawa kepada penceraian atau pembunuhan pada anak tersebut.
Keenam, memberi nama anak yang baik. Sesungguhnya anak berhak untuk diberi nama yang baik dan bagus didengar. Nama itulah yang akan mewakili dirinya untuk kehidupannya kelak. Oleh itu, janganlah tersalah memberi nama. Janganlah diberi nama yang ada unsur menyamai dengan agama lain atau ahli maksiat dan orang yang terkenal kejahatannya. Berilah nama yang dianjurkan seperti nama yang menunjukkan perhambaan kepada Allah, nama Nabi dan orang yang salih.
Ketujuh, memberikan anak itu rasa aman dan tenteram daripada hal yang menakutkan dan perkara yang boleh merosakkan akidahnya. Jangan suka menakutkan dengan mengatakan kepadanya ada hantu kerana ia boleh merosakkan mental dan agamanya.
Kelapan, memberi pendidikan agama yang cukup. Kesembilan, menjaga kesucian anak itu dengan menikahkannya sekiranya rasa perlu dan mampu untuknya.
Demikianlah antara hak-hak anak. Wallahua’lam

Sabtu, 09 Februari 2013

Tips Mendidik Anak Agar Mau Shalat


Tips Mendidik Anak Agar Mau ShalatSalah satu kewajiban orang tua adalah mengajari anaknya untuk shalat dan beribadah kepada Allah, namun tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan dalam menuntun anaknya agar rajin melakukan shalat. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu anda.


Diriwayatkan, Umar bin Khattab setiap kali membangunkan anaknya untuk shalat beliau membaca ayat dalam surah Thaha yang artinya, “Dan, perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.
Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan, akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS Thaha : 132).

Rupanya, ayat ini yang mendasari motivasi Amirul Mukminin Umar bin Khattab sehingga tak pernah merasa lelah dalam menegakkan shalat dalam rumah tangganya. Setidaknya, ada empat pelajaran berharga yang dipetik dari ayat di atas.

Pertama. Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah (berislam). Maknanya setiap anak pada hakikatnya berpotensi senang shalat dan merasa membutuhkan shalat. Orang tuanyalah yang dengan atau tanpa sadar telah memalingkan fitrah anaknya selama ini.

Penghasilan dan makanan yang haram atau bercampur yang haram, tontonan dan hiburan yang bercampur maksiat, gaya hidup hedonis (serbaenak dan mudah), pergaulan bebas, dan lingkungan sosial yang permisif terhadap kemaksiatan. Semua itu menjadi sebab-sebab kerasnya hati dan jauhnya hidayah dari anak dan keluarga.

Karenanya, orang tua harus menjadi teladan dan terdepan dalam ketakwaan dan ketaatan. Bentuk kasih sayang tertinggi orang tua adalah berjuang melindungi anak dan keluarga dari berbagai penyebab yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam siksa api neraka.

Kedua. Pada kata washthabir‘alayha yang artinya dan “bersabarlah dalam mengerjakannya” menyiratkan pesan untuk bersabar yang banyak dalam perjuangan menegakkan shalat sampai Allah melihat kesungguhan kita sebagai orang tua.

Lalu, Dia berkenan menundukkan hati dengan hidayah-Nya sehingga seisi keluarga dapat menegakkan shalat atas izin dan pertolongan-Nya. Bersabar yang dinamis untuk menegakkan shalat dalam keluarga bisa berupa bersabar menerangkan ilmu tentang tata cara serta nilai-nilai dan manfaat shalat kepada mereka.

Bersabar yang banyak, yakni dalam membangunkan, membimbing, dan memotivasi yang malas atau yang sedang sakit dan perjalanan. Bersabar dalam menegakkan disiplin shalat berjamaah pada waktunya di masjid.

Bersabar dalam mencintakan anak pada masjid dan mencarikan lingkungan sosial yang mendidik anak pada kesalehan dan ketakwaan. Bersabar dalam mencarikan guru yang berkah untuk membantu orang tua mendidik anak serta menyediakan biaya besar untuk itu.

Bersabar dalam memberikan pujian dan teguran, memberikan hadiah dan hukuman kepada seisi keluarga yang mendirikan dan meninggalkan shalat.
Bersabar dalam menjadikan nilai-nilai shalat sebagai standar penilaian. Sebagaimana Allah ta’ala menjadikan shalat sebagai standar penilaian dan yang pertama kali dihisab di akhirat kelak.   

Ketiga. Pada kalimat “Kami tidak meminta rezeki kepadamu”, Ibnu Katsir menafsirkan jika telah tegak nilai-nilai shalat dalam keluarga, maka Allah akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada keluarga itu.
Anak-anak harus dibuat paham, shalat mereka juga sangat memengaruhi perolehan rezeki melalui orang tua. Dan, sebaik-baik ikhtiar dalam memperbaiki perekonomian keluarga adalah mendirikan shalat. Hal ini akan semakin memotivasi semangat anak untuk mendirikan shalat.

Keempat. Balasan kebajikan dari Allah berupa surga dan kebahagiaan rumah tangga akan diberikan kepada mereka yang menegakkan takwa.

Kita dapat mengambil contoh ketakwaan Nabi Ismail AS yang dimuliakan Allah ta’ala karena menyuruh seisi keluarganya untuk mendirikan shalat dan zakat.

Di antara bentuk ketaqwaan Rasulullah adalah memberikan bimbingan bagi umatnya, bagaimana membiasakan anak untuk mendirikan shalat sejak usia dini. (Ustaz Bachtiar Nasir)