Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Asal Mula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal Mula. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Sejarah Valentine dan Hukum Merayakannya dalam Islam


Hukum Merayakan Valentine dalam Islam.
Bulan Februari mungkin menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh kaum remaja saat ini, hal ini dikarenakan adanya perayaan Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari dan seolah-olah sudah menjadi “kewajiban” bagi meraka untuk merayakan hari yang mereka sebut hari kasih sayang tersebut. Sungguh ironi memang jika melihat sebagian besar mereka adalah remaja muslim yang sedang mabuk cinta dan belum tau bagaimana berkasih saying dalam Agama Islam, sehingga tidak sedikit dari mereka yang tanpa disadari telah terjerumus dalam kemaksiatan ketika merayakan “hari raya” tersebut.


Sejarah Valentine
Sangat menyedihkan jika kita mendengar bahkan kita sendiri “terjun” dalam perayaan Valentine tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut “Syuhada”) yang karena sifat kepahlawanannya maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.
Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan.

Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar. 

St. Valentine dipenggal pada tanggal 14 Februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta

Pada kesimpulannya, tanggal 14 Februari merupakan tanggal dihukum matinya seorang Pendeta Roma. Pantaskah seorang muslim memperingati kematian seorang Pendeta ?? sedangkan sebagian dari kita masih ada yang enggan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Astaghfirullah..

Hukum Merayakan Valentine Dalam Islam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut” (HR. At-Tirmidzi) .

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.

Mengapa ? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Di dalam ayat lainnya, artinya, ” Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).

Jadi, kesimpulan dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai berikut :
Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.

Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.

Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.

Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut.

Jawaban Habib Munzir Al Musawa Mengenai Hari Velentine
kesimpulannya, bukan berrati muslim yg merayakan valentine itu kafir, namun hal itu merupakan dosa dan penghinaan terhadap islam, dan menunjukkan lemahnya iman dan ketidak berdayaannya muslim tersebut dalam memuliakan agamanya.
karena didalam islam hari kasih sayang bukan sekali setahun, tapi setiap detik kita berkasih sayang pada seluruh makhluk Nya swt, dan Nabi kita Muhammad saw adalah Nabi yg berkasih sayang pada kita, maka apalah artinya kasih sayang sekejap antara dua orang kekasih, sedangkan kasih sayang antara kita dalam islam adalah kekal dan abadi, hingga kita menghadap Allah swt kelak

Selasa, 29 Januari 2013

Asal Mula Ka’bah


Asal Mula Ka’bahSejarah dan awal mula Ka'bah sudah dimulai sejak manusia pertama diturunkan ke bumi, Adam. Kabah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter. Kabah disebut juga dengan nama Baitullah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as setelah Nabi Ismail berada di Mekah atas perintah Allah.



Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman didekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

kalau kita membaca ayat diatas, kita bisa mengetahui bawah Kabah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Kabah telah ada sebelum Nabi Ibrahim AS menginjakan kakinya di Mekah.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi.” (Al-Imran, ayat 96).

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.

Pembangunan Ka'bah.
Setelah Nabi Ismail tumbuh menjadi dewasa dan belajar bahasa Arab dari suku Jurham, beliau juga menikah dengan salah seorang wanita dari mereka. Pada suatu saat, Nabi Ibrahim datang ingin menjenguk putranya Nabi Ismail as. Ketika sedang meraut anak panah, Nabi Ibrahim as pun datang. Nabi Ismail pun bangkit menyambutnya dan mereka langsung berpelukan melepaskan rindu.

"Wahai anakku, sesungguhnya Allah menyuruhku menjalanakan perintah," kata Nabi Ibrahim.
"Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Rabbmu," sahut Nabi Ismail.
"Apakah engkau akan membantuku?" tanya Nabi Ibrahim.
"Aku pasti akan membantumu, Wahai Nabiyullah," seru Ismail.
Nabi Ibrahim kemudian menunjuk ke tumpukan tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya seraya berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruhku membuat suatu rumah di sini."

Pada saat itulah keduanya bahu membahu meninggikan pondasi Baitullah

Ismail mulai mengangkut batu, sementara Nabi Ibrahim memasangnya. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. Kemudian ia memerintahkan putranya, “Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.”
Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Isma’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.
Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, “Dari mana kamu peroleh batu ini?”
Isma’il as menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma’il as.
Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu.

Makam Ibrahim
Makam Ibrahim
Setelah bangunan tinggi, Ismail membawakan sebuah batu untuk pijakan bagi Nabi Ibrahim as. Batu itulah yang kemudian disebut sebagai tanda makam Ibrahim. Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim AS sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak disebelah timur Kabah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim AS berdiri disaat beliau membangun Kabah bersama sama puteranya Nabi Ismail AS. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim AS yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.


Mereka pun terus menerus bekerja sambil mengucapkan doa, "Wahai Rabb kami, terimalah dari kami (amalan), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Sampai akhirnya tuntaslah pembangunan Baitullah itu. Ka'bah pun akhirnya berdiri di bumi Allah SWT.


dari berbagai sumber

Selasa, 30 Oktober 2012

Sejarah kain penutup Kabah (Kiswah)


KiswahAsal mula  Kiswah
Jika kita melihat Kabah, maka kita akan melihat bahwa kabah ditututupi sebuah kain yang disebut Kiswah. Kain penutup ini diganti setiap setahun sekali, tepatnya pada musim haji. Bagaimana sejarah kiswah atau kain penutup Kabah bermula?

Secara bahasa, kiswah berarti pakaian atau kain yang menutupi Kabah.
Pada masa sebelum Islam, kiswah Kabah selalu berganti-ganti, baik jenis bahannya maupun warnanya. Kiswah Kabah pernah terbuat dari kulit unta, kain halus dan tipis, kain sutra sampai kain buatan Yaman yang ditenun dengan bambu. Warna kiswah pun beragam, ada yang berwarna merah dan bergaris, putih, hijau, hingga kini berwarna hitam. Pada masa setelah Islam, Rasulullah saw tidak mengganti kiswah yang menempel di Kabah hingga kiswah tersebut terbakar disebabkan oleh seorang wanita yang ingin mengasapi kiswah dengan wewangian. Kemudian kiswah itu diganti dengan kain buatan Yaman. Pada masa Khulafaurrasyidin, kiswah dibuat dari kain qabathi yang berwarna putih halus dari Mesir. Baru pada tahun 810 Hijriyah, kiswah berwarna hitam dan mulai dibuat dengan motif ukiran yang dipasang di bagian luar Kabah yang dinamakan al-Burq.

Dahulu, kiswah terbuat dari sutra hitam yang didatangkan dari Mesir. Kiswah tersebut diantarkan lewat jalan darat menggunakan tandu yang disebut mahmal. Kiswah dan hadiah-hadiah lain di dalam mahmal datang bersamaan dengan rombongan haji dari Mesir yang dipimpin oleh seorang amirul Hajj. Setelah Perang Dunia I, raja Arab Saudi kemudian mendirikan pabrik pembuatan kiswah yang terletak di Kampung Jiyad, Mekkah. Pada tahun 1931, pabrik tersebut mulai memproduksi kiswah dengan menggunakan mesin tenun modern. Pabrik seluas 10 hektar tersebut menampung 240 perajin kiswah. Di pabrik tersebut, proses pembuatan kiswah berlangsung, mulai dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutra, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni dan perak hingga pemintalan kaligrafi dari benang emas maupun perak, lalu penjahitan akhir.
Untuk membuat sebuah kiswah, diperlukan 670 kg bahan sutra atau sekitar 600 meter persegi kain sutra yang terdiri dari 47 potong kain. Tiap potongan kain tersebut berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm. Ukuran itu sudah disesuaikan dengan bidang kubus Kabah pada keempat sisinya. Sementara, untuk hiasan berupa pintalan emas diperlukan 120 kg emas dan beberapa puluh kg perak.

Perpaduan warna emas dan perak pada kaligrafi yang menghiasi kiswah tersebut memiliki nilai seni yang luar biasa. Kaligrafi yang digunakan untuk menghias kiswah terdiri dari ayat-ayat yang berhubungan dengan haji dan Kabah juga asma-asma Allah yang dimuliakan. Hiasan kaligrafi yang terbuat dari emas dan perak tampak berkilau indah saat terkena cahaya matahari. Karena menggunakan bahan baku dari benda-benda yang sangat berharga seperti sutra, emas, dan perak, harga kiswah pun menjadi sangat mahal, yaitu sekitar Rp50 milyar.

Kiswah diganti setiap tahun, tepatnya pada 9 Dzulhijjah. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari wukufnya jamaah haji di Arafah dan menjadikan kawasan Masjidil Haram sepi dari pengunjung. Ketika Masjidil Haram sedang sepi itulah, proses pencucian dan pembersihan Kabah dilakukan. Kabah pun memakai baju baru pada hari itu.

Masa pakai kiswah memang hanya satu tahun. Kiswah yang telah dipakai kemudian dipotong-potong dan potongan tersebut ada yang dijual sebagai penghias rumah maupun kantor.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Peristiwa Bersejarah dalam Islam Pada 7 Hari


kalender-islam
Sejarah Peristiwa Islam dalam 7 Hari

Rahasia dan Peristiwa Hari Dalam Islam
ALLAH SWT menjadikan seminggu itu terdiri daripada tujuh hari dan didalam hari-hari tersebut terjadi peristiwa-peristiwa tertentu yang merupakan rahsia keutamaan dari hari tersebut


SEJARAH HARI AHAD

  1. Penciptaan tempat jalan bintang-bitang
  2. Penciptaan bintang-bintang yang bergerak
  3. Penciptaan api neraka yang bertingkat-tingkat
  4. Penciptaan tujuh lapis bumi
  5. Penciptaan tujuh lautan yang besar
  6. Penciptaan tujuh anggota tubuh manusia
  7. Penciptaan tujuh hari dalam seminggu

SEJARAH HARI ISNIN

  1. Nabi Idris as. naik kelangit
  2. Nabi Musa as. pergi ke Gunung Thursina
  3. Turunnya dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah SWT
  4. Lahirnya Rasulullah SAW
  5. Malaikat Jibril turun menemui Rasulullah SAW
  6. Semua amalan umat ditunjukkan kepada Rasulullah SAW
  7. Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin

SEJARAH HARI SELASA

  1. Jurjais as. dibunuh
  2. Wafatnya Nabi Yahya as.
  3. Wafatnya Nabi Zakaria as.
  4. Meninggalnya tukang sihir Fir'un
  5. Meninggalnya Asiah isteri Fir'un
  6. Sapi Bani Israil disembelih
  7. Meninggalnya Habil putera Adam as.

SEJARAH HARI RABU

  1. Kehancuran Auj bin Unuq
  2. Kehancuran Qarun
  3. Kehancuran Fir'un
  4. Kebinasaan Namruz bin Kan'an
  5. Kehancuran! kaum Sa leh as.
  6. Kehancuran Syadad bin 'Aad
  7. Kebinasaan kaum Hud

SEJARAH HARI KHAMIS

  1. Nabi Ibrahim as menghadap Raja Mesir
  2. Tukang memberi minum Raja Mesir memperolwhi kebebasan
  3. Saudara-saudara Yusuf as menemuinya
  4. Bunyamin datang ke Kota Mekah
  5. Ya'akub as datang ke Mesir
  6. Nabi Musa masuk ke Mesir
  7. Rasulullah SAW masuk ke Kota Mekah

SEJARAH HARI JUMA'AT
(ada sesetengah dr kita yg masih tak tahu dan tertanya2 kenapa orang selalu bernikah pada hari Jumaat)
Ini jawabannya.

  1. Pernikahan antara Nabi Adam as dengan Siti Hawa
  2. Pernikahan anatara Nabi Yusuf as dengan Zulaikha
  3. Pernikahan antara Nabi Musa as dengan Shafrawa
  4. Pernikahan Nabi Sulaiman as dengan Ratu Balqis
  5. Pernikahan anatara Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah
  6. Pernikahan antara Rasulullah SAW dengan Siti Aisyah
  7. Pernikahan antara Sayyidina Ali as dengan Siti Fatimah

SEJARAH HARI SABTU

  1. Tipu daya kaum Nuh terhadap Nabi Nuh
  2. Tipu daya kaum Saleh as. terhadap unta Nabi Saleh as.
  3. Tipu daya saudara-saudara Yusof terhadap Yusof as.
  4. Tipu daya Fir'un terhadap Nabi Musa.
  5. Tipu daya kaum Yahudi terhadap Nabi Isa as.
  6. Tipu daya kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW
  7. Tipu daya kaum Yahudi terhadap larangan Allah SWT

    Minggu, 07 Oktober 2012

    Foto para Wali-wali Allah Asal Martapura


    Para-Wali-Allah-dari-Martapura
    Ini gambar langka yang diambil di kota Mekkah tahun 50 an, dimana ini merupakan gambar para Wali-wali Allah asal Martapura yang sedang menuntut Ilmu di Kota Mekkah yang hasilnya menjadikan Kota Martapura menjadi betul betul serambi mekkah. Ini gambar juga merupakan para Guru-Guru Abah Guru Sekumpul diantaranya
    Almarhum Guru Samman Mulia, Guru Bangil, Guru Anang Sya'rani Areif, Guru Nashrun Thohir, Guru Abdurrahman Ismail, Guru Nawawi (Masih Hidup sekarang) dan Guru-guru Darussalam lainnya yang pada waktu itu rombongan asal Martapura yang menuntut Ilmu di Mekkah. Maaf ulun kada tahu jua yg mana2 sidin karena kada pinandu, Sidin2 dahulu bermukim di rumah Datuk Kalampayan di Mekkah yang pada waktu itu diwarisi KH Ali Bin Abdullah Al Banjari (salah satu mursyid Tarekat Sammaniyah waktu itu abahnya Almarhum Guru Husin Ali).


    Sekarang Rumah Datuk Kalampayan di jabal Hindi yang dulu 2 tingkat itu telah dihancurkan pemerintah saudi... kada kawa lagi kita meambil tabarruk dengan rumah yang pernah ditinggali para Wali-wali Allah itu. ( foto oleh saudara kami Rusdian nor ) aby husein al adamy
    facebook.com/Kisah.Para.DatudanUlama.Kalimantan

    Senin, 06 Agustus 2012

    Perbedaan Iblis dan Setan

    BEDA SETAN DAN IBLIS

    Apa beda Setan dan Iblis ? Mendengar kata Setan maka seketika pikiran kita biasanya akan langsung membayangkan sesosok makhluk yg seram hitam bertanduk dikepalanya kedua matanya merah gigi tajam tak ubahnya drakula dan memiliki ekor dgn ujungnya seperti anak panah.

    Akan tetapi apakah memang demikian keadaan setan sebenarnya ? Jika kita membuka lembaran- lembaran kitab suci dan juga hadis-hadis yg meriwayatkan perihal setan itu sendiri ternyata kita TIDAK akan menemukan penggambaran sosok setan seperti yg kita

    bayangkan itu. Tidak ada keterangan apapun dari Allah didalam al-Qur’an maupun juga dari Rasul didalam Hadisnya mengenai perwujudan asli dari makhluk yg bernama setan ini.

    Satu hal lain yg sangat lumrah terjadi dimasyarakat bila kita menyebut setan maka biasanya kitapun akan sering mengindentikkannya dgn Iblis yaitu suatu makhluk yg diceritakan oleh al-Qu’ran sebagai pembangkang perintah Tuhan saat disuruh bersujud kepada manusia yg oleh Tuhan berfungsi sebagai Khalifah dibumi .

    Menurut Encyclopedia Britannica kata setan sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yg berarti “musuh” dan biasanya ditujukan kepada jenis Jin yg ingkar dan melakukan bisikan jahat terhadap manusia sebagai tindakan godaan dan kesuksesan mereka adl bergantung dari kecerdikannya. Pernyataan tersebut tidak bertentangan dgn pernyataan al-Qur’an maupun hadis Nabi berikut :

    Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan yaitu dari jenis manusia dan Jin - Qs. 6 al an’am : 112

    Sungguh aku melihat setan- setan Jin dan manusia lari dari Umar - Hadis Riwayat Tirmidzi
    Dari ayat dan hadis tersebut digambarkan oleh al-Qur’an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis yaitu setan dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin. Dan dari sini juga ada indikasi bahwa yg namanya setan itu tidak selamanya identik dgn Iblis. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis adl dia dari golongan jin - Qs. 18 al-Kahfi : 50

    Jadi Iblis itu sendiri dinyatakan Allah berasal dari golongan Jin tidak ada Iblis dari golongan manusia sehingga mengidentikkan antara Iblis dan Setan tidaklah selamanya benar. Lalu setan dari jenis manusia itu apa dan bagaimana ?

    Sabda Nabi :
    Apabila tiba bulan Ramadhan dibukalah pintu langit dikunci pintu neraka dan setan dibelenggu Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah Pernyataan Nabi bahwa pintu langit dibuka pada bulan Ramadhan tentunya dimaksudkan sebagai terbukanya pintu rahmat dan pintu ampunan Allah bagi para hamba-Nya yg berpuasa sementara terkuncinya pintu neraka adl tertutupnya pintu azab Allah selagi kita menggunakan kesempatan dibulan suci itu utk melakukan introspeksi diri serta memperbanyak amal ibadah.

    Dan pernyataan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan juga tidak mungkin kita artikan secara kontekstual yg sebenarnya sebab memang pada kenyataannya dibulan Ramadhan masih banyak kejahatan merajalela penyembahan berhala minum- minuman keras main perempuan dan aneka tindak kriminal lainnya.

    Jadi yg dimaksud oleh Nabi itu tidak lain adl pada bulan Ramadhan itu sewajarnya hawa nafsu kejahatan yg senantiasa ada pada diri manusia itu lbh terkekang krn simanusianya seharusnya sibuk melakukan pendekatan diri kepada Tuhan banyak melakukan dzikir serta menahan makan dan minum yg merupakan sumber dari timbulnya nafsu negatif.

    Kesimpulan ini sesuai juga dgn sabda Nabi yg lain : Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia melalui tempat jalannya darah Maka persempitlah tempat jalannya dgn lapar Hadis Riwayat Ahmad Bukhari Muslim Abu Daud dan Ibnu Majah.

    Tidaklah mungkin pada tubuh kita ini ada setan yg berdiam sebab jika itu benar maka kita semua ini bisa dikatakan kesurupan tiap hari krn itulah maka yg disebut sebagai setan itu adl dorongan negatif yg selalu berusaha mendominasi semua perbuatan dan pikiran kita tiap waktu .

    Bukankah Nabi juga pernah bersabda tatkala beliau kembali dari medan perang : Kita baru saja kembali dari peperangan kecil menuju keperang yg besar Yaitu perang melawan hawa nafsu – Hadis Riwayat al-Khatib dari Jabir Pada Hadis yg sudah kita kutip sebelumnya Nabi menyatakan bahwa lapar merupakan salah satu cara mengekang diri dari tindakan negatif yg justru merugikan diri kita sendiri.

    Sabda Nabi yg lain : Jika kalian mendengar suara keledai maka belindunglah kepada Allah dari setan. Karena sesungguhnya dia melihat setan – Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim Sekali lagi jika memang didalam diri manusia ini ada setan dalam pengertian makhluk halus maka apakah tiap keledai melihat manusia juga pasti akan bersuara sebab pada saat yg sama seharusnya dia juga melihat setan didalam diri manusia ? Sementara jika kita mengartikan setan sebagai energi negatif atau dorongan nafsu utk berbuat kejahatan maka hal ini sesuai dgn pernyataan al-Qur’an : Lalu ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu fasiq dan taqwa - Qs. 91 asy-syams : 8

    Bersesuaian pula dgn teori yg ada pada ilmu Psiko-linguistik yg menyatakan bahwa manusia dilahirkan didunia bukan dgn piring kosong. manusia dilahirkan dgn dibekali faculties of the mind atau ada juga yg mengistilahkannya sebagai innate properties (1).

    Semuanya berpulang kepada kita mana yg akan kita ikuti apakah semangat berbuat kebaikan ataukah semangat utk berlaku jahat ? Ketahuilah bahwa didalam jasad ada gumpalan bila
    gumpalan itu baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad ketahuilah bahwa itulah hati - Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

    Semakin kita condong pada perbuatan negatif maka Iblis yg sejak awal mengumumkan permusuhannya dgn manusia akan mengerahkan semua bala tentaranya dari kalangan Jin yg juga memiliki sifat jahat utk menambah semangat kita berbuat hal yg batil dgn jalan membisik-bisikkan rayuan fatamorgana didalam hati.

    Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka - Qs. 3 an-nisa’ : 120

    .. Kejahatan setan yg biasa bersembunyi yg berbisik kedalam dada manusia dari Jin dan manusia - Qs.114 an-nas : 4 – 6

    Kita semua sudah mengetahui bahwa antara ALLAH dan Iblis telah terjadi satu perjanjian dimana Iblis diberi kebebasan oleh Tuhan utk mengadakan cobaan serta ujian atas keimanan manusia terhadap- Nya.
    Dan ajaklah siapa yg kamu sanggupi diantara mereka dgn ajakanmu kerahkanlah kepada mereka pasukanmu yg berkendaraan dan pasukanmu yg berjalan kaki lalu bersekutulah bersama mereka dalam urusan harta dan anak- anak dan berilah mereka janji - Qs. 17 al-Isra : 64

    Disamping itu mungkin kita juga perlu melakukan kajian secara komprehensif terhadap beberapa hadis Nabi yg menghubungkan penyakit dgn setan dan menghubungkan pula antara suatu perbuatan dgn setan misalnya :

    Hendaklah seseorang diantara kamu makan minum dan mengambil dgn tangan kanannya krn setan itu makan minum dan memberi dgn tangan kirinya - Hadis Riwayat Ibnu Majah

    Apabila salah seorang dari kalian menguap hendaklah diletakkan tangannya dimulutnya dan tidak memanjangkan suaranya krn sungguh setan mentertawakannya – Hadis Riwayat Ibnu Majah

    Tutuplah bejana tutuplah tempat-tempat air tutuplah pintu dan padamkanlah lampu Sebab setan tidak singgah ditempat air yg tertutup tidak membuka pintu tertutup Serta tidak membuka bejana yg tertutup – Hadis Riwayat Bukhari.

    Janganlah kalian kencing dilobang - Hadis Riwayat Abu Daud Nasa’i dan Ahmad.

    Jangan kalian melepas ternak- ternak kalian dan anak-anak kalian saat matahari terbenam hingga kegelapan malam sebab sungguh setan bergentayangan saat matahari terbenam hingga hilang gelapnya malam – Hadis Riwayat Muslim.

    Beberapa hadis diatas meskipun teksnya dihubungkan dgn setan namun bisa kita tinjau dari sisi tata krama medis maupun keselamatan. Orang yg makan minum atau melakukan aktivitas dgn tangan kirinya berkesan orang yg tidak sopan dan jorok sebab secara umum tangan kiri kita gunakan utk –maaf- mencebok sisa kotoran dipantat. Lalu secara psikologis apakah kita mau makan makanan yg bersih dan sehat dgn tangan yg biasa memegang kotoran ?

    Lalu bayangkan kita menguap lebar-lebar sambil bersuara “hhaaaahhh..” ditengah orang banyak atau didekat orang yg anda sayangi ataupun malah didalam suatu rapat apa kesan orang-orang tersebut kepada kita ? Selain itu jika saat kita menguap lebar itupun akan memungkinkan virus-virus tertentu yg ada diudara masuk melalui mulut.

    Perintah Nabi utk menutup tempat-tempat air yg terbuka mematikan lampu dan menutup pintu tidak lain agar makanan dan minuman kita bersih dari penyakit yg berbahaya seperti jentik nyamuk demam berdarah atau jilatan binatang sejenis kucing tikus dan sebagainya.

    Mematikan lampu sebelum tidur adl langkah efisiensi atau penghematan sekaligus mencegah terjadinya arus pendek yg bisa mengakibatkan kebakaran apalagi pada masa lalu orang menggunakan lampu teplok dan lilin utk penerangan sehingga tidak menutup kemunginan lampu teplok itu jatuh kelantai dan mengenai kain sehingga terjadi kebakaran.

    Dan larangan kencing dilobang menurut saya agar tidak timbul penyakit maupun aroma tak sedap dari lobang bekas kencing ini tentu saja pengecualian bagi lobang WC yg bisa disiram sehingga tidak menimbulkan bau dan penyakit sebagaimana pernah diungkapkan oleh Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manarnya bahwa makhluk-makhluk hidup yg halus yg dikenal orang sekarang dgn perantaraan mikroskop dan diberi nama mikroba ada kemungkinan juga termasuk jenis Jin jahat yg menjadi penyebab dari berbagai macam penyakit (2).

    Menutup pintu tidak lain agar rumah kita tidak dimasuki setan manusia berupa maling rampok atau sejenisnya yg dapat merugikan kita sendiri.

    Sementara larangan Nabi agar tidak melepaskan ternak dan anak-anak diwaktu matahari tenggelam hingga pagi hari tidak lain utk menghindarkan kita dari ulah penculik anak dan maling binatang.

    Kesimpulan akhir adl setan itu merupakan segala sesuatu yg bersifat jahat yg bisa menjerumuskan seseorang dalam suatu bahaya baik bahaya didunia maupun bahaya diakhirat. Setan bisa berupa hawa nafsu negatif yg merangsang seseorang utk berlaku jahat dan menyimpang dari kebenaran. Setan juga bisa menimbulkan penyakit tertentu dan setan juga bisa berwujud Jin yg jahat.

    Jadi jika ada manusia yg selalu melakukan kejahatan kebiadaban atau kenistaan maka dia adl setan berwujud manusia demikian pula bila ada Jin yg berlaku sama seperti itu maka dia adl setan berwujud Jin.

    Sebagai tambahan penutup dalam al-Qur’an Allah tidak pernah menyinggung asal penciptaan setan namun Allah telah menyinggung asal penciptaan Jin dan Manusia didalam banyak ayatnya sementara asal penciptaan Malaikat disinggung oleh Nabi dalam sebuah Hadisnya :
    Sesungguhnya orang-orang yg bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan mereka ingat ALLAH maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. - Qs. 7 al-a’raf : 201 Jika setan mengganggumu maka mohonlah perlindungan kepada ALLAH sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui - Qs. 41 fushilat : 36

    Referensi : —– (1)Soenjono Dardjowidjojo Psiko-linguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia Yayasan Obor Indonesia 2003
    (2)Syaikh Muhammad al-Ghazali Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw : Antara pemahaman tekstual dan kontekstual dgn pengantar : Dr. M. Quraish Shihab Terj. Muhammad al- Baqir Penerbit Mizan 1993 hal. 125

    Sabtu, 05 Mei 2012

    Masjid Quba Masjid Tertua di Dunia

    Masjid atau mesjid merupakan rumah tempat ibadah bagi umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan - kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Tahukah anda masjid apa yang pertama kali dibangun dan menjadi masjid tertua di dunia?




    Masjid Quba adalah masjid pertama dan merupakan mesjid tertua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

    Allah SWT memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:
    “Janganlah kamu shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah SWT menyukai orang-orang yang bersih.”

    Menurut ulama tafsir, umat Islam tidak diperkenankan bersikap egois dalam meraih kemulian. Shalat berlama-lama, bahkan hingga tinggal di dalam masjid tersebut, sementara yang lainnya tidak bisa memasukinya, sangat dibenci Allah SWT.

    Masjid itu dibangaun berdasarkan ketaqwaan kepada Allah, maka sejatinya umat Islam pun bisa beribadah di dalamnya dengan penuh taqwa kepada-Nya

    SEJARAH MASJID QUBA
    Masjid Quba merupakan masjid yang pertama kali dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf yang diwakafkannya kepada beliau setiba di Quba.
    Ketika itu, Quba merupakan sebuah kawasan pinggiran Yatsrib dan terletak sekitar tiga kilometer di selatan.

    Rasulullah sendiri yang mendesain masjid itu. Bahkan beliau ikut bekerja, tidak segan-segan mengangkat bahan material bangunan, sehingga tampak letih yang teramat sangat pada wajahnya yang mulia. Nabi Muhammad SAW menunjukkan suri teladan yang begitu mulia, yang tak hanya pandai menyuruh.
    Rasulullah SAW juga orang pertama yang meletakkan batu di mihrab masjid tersebut menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, kiblat pertama umat Islam, kemudian disusul berturut-turut oleh Abu Bakar Assidiq, Umar bin Khaththab, dan Utsman bin Affan. Siapakah yang menduga, ternyata proses peletakan batu kiblat ini kemudian paralel dengan sejarah pengangkatan Khulafaur Rasyidin. Setelah rampung, di masjid inilah untuk kali pertama shalat berjama’ah dilaksanakan.

    Ketika peralihan arah kiblat umat Islam menghadap ke Masjidil Haram, masjid itu tentu mengalami rekonstruksi. Arah kiblat, yang semula menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, diputar balik menghadap ke arah Baitullah di Makkah.

    Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, masjid itu, yang kerap dikunjungi oleh Baginda Rasulullah SAW tiap hari Sabtu bila beliau bertugas di luar Madinah, diperbaiki karena rusak berat.

    BANGUNAN MASJID QUBA
    Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

    Di tengah-tengah masjid terdapat ruang terbuka yang biasa disebut sahn. Dan di sahn itulah ada sebuah sumur tempat mengambil air wudhu. Kebersihan area masjid itu begitu terjaga dan cahaya matahari serta udara dapat masuk.

    Kini, masjid yang terletak sekitar lima kilometer di sebelah tenggara kota Madinah ini telah mengalami perbaikan dan perluasan berkali-kali.

    Bangunan fisiknya mengalami banyak perkembangan. Salah satunya, keempat menara setinggi 47 meter yang mengelilingi masjid berwarna putih bersih. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara pada masjid ini.

    Rekonstruksi kembali terjadi pada masa Sultan Al-Asyraf Saif Al-Din Qait-Bey dari Dinasti Mamluk. Masjid tersebut dilengkapi dengan sebuah mimbar baru dari pualam. Mimbar itu kemudian diganti dengan mimbar yang terkenal dengan sebutan “Mimbar Masjid Raya”.

    Kemudian pada masa kepemimpinan Raja Fahd ibn Abdul Aziz tahun 1986, Masjid Quba kembali direnovasi dan diperluas, menelan biaya  90 juta riyal (Rp.90.000.000.000,-). Hingga saat ini, inilah renovasi terbesar masjid tersebut, tapi tetap mempertahankan bentuk arsitektur tradisionalnya.

    Di sisi selatan masjid dibuat galeri terbuka dengan deretan tiang. Sedangkan di sisi sebelah utara terdapat dua serambi bertiang. Di sebelah timur dan barat terdapat tempat terbuka dengan dinding tembok berbeton. Pada bagian atasnya berjejer sebanyak enam kubah besar, masing-masing berdiameter 12 meter, serta 56 kubah kecil yang masing-masing berdiameter enam meter. Kubah-kubah tersebut ditopang oleh pilar-pilar beton yang sangat kokoh.

    Sementara lantai halaman, yang terbuka, dilapisi marmer yang anti panas. Di bagian ini terdapat atap yang dapat bergerak, terbuka dan tertutup otomatis, serta terpal yang sangat kokoh, yang melindungi lantai atau jama’ah dari sengatan matahari.

    Masjid ini memiliki 19 pintu, terdiri dari tiga pintu utama. Tiga pintu utama, yang berdaun pintu besar, diperuntukkan bagi para jama’ah yang ingin memasuki masjid mulia itu. Dua pintu diperuntukkan bagi jama’ah laki-laki, sedangkan satu pintu bagi jama’ah perempuan. Berbagai petunjuk dan informasi khusus ditempatkan pada dinding luar masjid dan di dinding pintu. Di seberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar-mengajar.

    Sakarang yang bertanggung jawab atas renovasi masjid ini adalah keluarga Saud.
    Kompleks masjid ini memiliki luas 135.000 meter persegi. Sementara ruang shalat utama seluas 5.035 meter persegi, yang bisa menampung hingga 20.000 jama’ah. Masjid ini, sebelum diperluas, pada zaman Rasulullah, hanya memiliki luas 1.200 meter persegi.

    Di kompleks masjid ini terdapat kantor, pertokoan, dan ruang tamu. Kompleks masjid juga dilengkapi dengan tempat tinggal imam dan muadzin.

    Berikut adalah beberapa foto dari Masjid Quba:












     ditulis dari berbagai sumber