Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Mengapa Iblis Terbuat dari Api dan Disiksa dengan Api Neraka


Mengapa Iblis Terbuat dari Api dan Disiksa dengan Api Neraka
Pada suatu hari, seorang pria menemui Imam Syafi'i lalu bertanya, "Mengapa Iblis dibuat dari api dan kemudian disiksa pula dengan api?" Imam Syafi'i berpikir sejenak. Kemudian dia mengambil segumpal tanah kering dan mencampakkannya ke arah pria itu. Pria itu terlihat marah diperlakukan demikian. Melihat kondisi itu, Imam Syafi'i bertanya, "Apakah kamu sakit?" Pria itu menjawab, "Ya! Saya sakit. "


Lantas Imam Syafi'i berkata, "Engkau seorang manusia yang dijadikan dari tanah, dan engkau juga akan disakiti dengan tanah." Lelaki itu terdiam tidak menjawab, tetapi dia telah faham dengan maksud kata-kata Imam Syafi'i. Begitulah juga dengan kondisi Iblis. Dia Allah membuatnya dari api dan disiksa juga dengan api.

Senin, 11 Februari 2013

Kisah Kejujuran Iblis Kepada Nabi Muhammad SAW


Kisah Kejujuran Iblis Kepada Nabi Muhammad SAWDari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bisakah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku." Rasulullah bersabda: "Tahukah kalian siapa yang memanggil? " Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu." Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya." Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"


Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik." Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya ada 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi .. Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad .... Salam untukmu para hadirin ..." Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa kebutuhanmu? " Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa." "Siapa yang memaksamu?" "Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: "Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin. " "Karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang ingin kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku dari cacian musuh. "

Orang Yang Dibenci Iblis Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?" Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci. "
"Siapa selanjutnya? "
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara '(Loyal)"
 "Lalu siapa lagi?"
 "Orang yang selalu bersuci."
 "Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain. "
"Apa tanda kesabarannya? "
"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur."
"Apa tanda kesyukurannya?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya. "
"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Demi Allah setiap bertemu dengannya aku pasti kabur. "
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."
"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu. "(Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT) Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"
 "Aku merasa panas dingin dan gemetar. "
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila. "
"Jika ia membaca Alquran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa jadi begitu? "
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya ... Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya. "
"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu? "
"Taubat orang yang bertobat."
"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam. "
"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Shalat fajar."
"Apa yang dapat memukul kepalamu? "
"Shalat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu? " "Majelis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?" "Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?" "Di bawah kuku manusia."
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis Nabi lalu bertanya: " Siapa temanmu wahai Iblis? " "Pemakan riba."
"Siapa sahabatmu?" "Penzina."
"Siapa teman tidurmu?" "Pemabuk .."
"Siapa tamumu? " "Pencuri."
"Siapa utusanmu?" "Tukang sihir."
"Apa yang membuatmu senang?" "Bersumpah dengan cerai."
"Siapa kekasihmu? " "Orang yang meninggalkan shalat jumaat"
"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? " "Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja." Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. " Iblis segera menimpali: "Tidak, tidak .. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas. "
 "Siapa orang yang ikhlas menurutmu?" "Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. "
Iblis Dibantu oleh 70000 anak - anaknya Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku memiliki 70000 anak .. Dan setiap anak memiliki 70000 setan.Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang - orang tua, sebagian untuk menggangu wanita - wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah.
Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia kabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan setan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya. Setan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu setan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya sampai ia berzina, membunuh dan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah makhluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan meskipun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu sampai hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai saat shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk , lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', Dia pun menoleh. Saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. Jika dia berhasil mengalahkanku dan ia sholat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, setan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan diapun semakin taat padaku. Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.' Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam? 10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT "Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?" "10 macam" "Apa saja ? " Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan. "(QS Al-Isra: 64) Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah . Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai Masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberiku saudara, maka Ia jadikan orang yang hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara setan. "(QS Al-Isra: 27) Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu sampai hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. Iblis berkata: "Wahai muhammad, aku tak boleh menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda." Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara sejak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat: "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud: 118 - 119) juga membaca , "Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab: 38)
Iblis berkata: "Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikan pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong. "

Cara Setan Memasuki Manusia


Cara Setan Memasuki ManusiaAda beberapa jalan masuk setan yang sangat berbahaya. Jika jalan itu terbuka, maka jin dan setan dapat menguasai diri manusia. Jalan berbahaya tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Godaan (al-nazgh)
Yakni was-was yang berbahaya, yang kadang-kadang mengantarkan seseorang pada keraguan dan kerusakan akidah. Oleh karena itu, Allah Swt berfirman sebagai berikut:



 “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-A’raf [7]: 200).

Bisikan Setan (al-hamaz)
Yakni penguasaan setan atas diri manusia dengan membuatnya tidak sadar. Rasulullah Saw selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt dari godaan seperti ini.
Beliau menjelaskan makna “godaan setan” tersebut dengan “sesuatu yang mematikan yang dapat menimpa anak Adam”. Yakni kondisi kesurupan saat jin masuk ke dalam diri seseorang. Terhadap bahaya ini, Allah Swt memperingatkan dengan firman-Nya berikut:
“Katakanlah, ‘Ya tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada-Mu, wahai tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku,’” (QS Al-Mukminun [23]: 97-98)

Tiupan (al-nafkh)
Yakni takabur dan pongah serta menyombongkan diri terhadap makhluk-makhluk Allah Swt lainnya. Ini merupakan pintu yang sangat mudah dimasuki setan-setan kuat.
Nabi Saw, sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah, selalu memohon perlindungan kepada Allah Swt dari hal itu. Ummu Salamah mengatakan, “Apabila Rasulullah Saw bangun malam, beliau selalu berdo’a ‘Ya Allah Swt, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan yang terkutuk: dari bisikan, hembusan, dan tupannya.’”
Dalam riwayat lain, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan bisikan, hembusan, dan tiupan setan itu?” Nabi Saw menjawab. “Yang dimaksud dengan bisikan adalah sesuatu yang mematikan yang bisa menimpa seseorang, tiupan setan itu takabur, dan hembusannya adalah syair.”

Hembusan (al-nafts)
Yaitu syair yang buruk, atau ucapan-ucapan yang kotor yang biasa digunakan sastrawan untuk membangkitkan naluri dan bukan emosi (keindahan). Dengan syair-syair tersebut, mereka mengobarkan birahi dan bukan menonjolkan keindahan isi syair.

Kehadiran Jin atau Setan (al-hudhur)
Yaitu hadirnya setan-setan di rumah-rumah yang dapat menghilangkan berkah dan menyebabkan malaikat enggan untuk datang. Lazimnya, hal ini tidak terjadi kecuali dengan adanya perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syariat Allah Swt, misalnya menggantungkan gambar-gambar makhluk hidup, meletakkan patung-patung, memelihara anjing, minum khamar, dan hal-hal yang sejenis yang lazimnya dilakukan di bawah selubung modernisasi.

Sentuhan Setan (al-mass)
Yaitu bisikan setan yang sampai pada tingkat berbahaya. Lazimnya, setan berusaha untuk menguasai diri seseorang dengan amat buruk. Misalnya, jin mengeram dalam rahim wanita dan menyetubuhinya, atau dia mengeram dalam perut atau dada laki-laki. Mengenai hal ini, Allah Swt mengungkapkan dalam firman-Nya sebagai berikut:
 “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.”  (QS Al-Baqarah [2]: 275)

Kesenangan Jin atau Setan (al-istimta’)
Yaitu sesuatu yang dijelaskan Allah Swt melalui firman-Nya berikut:
 “Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’am [6]: 128)
Contoh paling baik tentang ini adalah tukang-tukang sihir yang mendatangkan setan dan jin, sehingga tukang sihir dan jin atau setan mendapatkan kesenangan satu sama lain. Namun, akibat buruknya, tentu saja, pada tukang sihir.

Was-was (al-waswasah)
Yaitu pendamping (qarin) atau sahabat jahat manusia. Ia ada secara nyata pada manusia, yang berusaha memperlihatkan kebatilan sebagai sesuatu yang menarik untuk dikerjakan. Biasanya, jika jin atau setan tidak memperoleh izin dari yang bersangkutan, maka dia mendatangi pendamping jahat orang yang bersangkutan.
Dia adalah pelaksana yang baik untuk membujuk manusia yang sedang berada dalam kebenaran. Terhadap jenis ini, Allah Swt berfirman sebagai berikut:
“Sesungguhnya setan itu membisikan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (QS Al-An’am [6]: 121)

Hasutan (al-azz)
Ini sebagaimana yang difirmankan Allah Swt, setan atau jin selalu menghasut orang-orang kafir. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

“Tidaklah kamu lihat bahwasanya kami tidak mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka agar berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh,” (QS Maryam [19]: 83)

Oleh karena itu, seharusnya tidak ada lagi diantara kita yang mengatakan, sebagaimana yang pernah diucapkan para ulama, “kekafiran itu tidak ada faktor setan yang berperan. Alasannya, diri mereka sendiri (orang-orang kafir) sudah cukup untuk menyebabkan kekafiran itu.”

Tentu tidak bisa dikatakan demikian, karena teks di atas menegaskan bahwa setan-setan pun menghasut orang-orang kafir.

Mereka (setan-setan) mengobarkan rasa benci terhadap Islam dan kaum Muslimin, menghalalkan pelecehan terhadap hal-hal yang disucikan, membolehkan penumpahan darah, dan merampas harta-harta mereka.

Turunnya Setan (at-tanazul)
Yaitu sejenis kedatangan setan yang sangat mengagumkan. Ia bisa terjadi pada seorang Muslim atau kafir. Dalam kaitannya dengan orang kafir, hal itu sudah merupakan sesuatu yang biasa. Akan tetapi dalam hubungannya dengan seorang Muslim, hal itu terjadi saat yang bersangkutan lalai dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran agama serta senang melakukan kebohongan dan kesesatan. Atau mengucapkan kalimat-kalimat yang mendorong terjadinya kekafiran dan penentangan terhadap Allah serta semua peraturan-Nya. Allah Swt berfirman sebagai berikut:
 “Maukah kamu sekalian Aku beri tahu tentang orang-orang yang kepada mereka setan-setan turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta dan orang-orang yang banyak dosa,”(QS Al-Syu’ara [26]: 221-222)

Mengobarkan Nafsu Syahwat (al-istahwa)
Yaitu pengaruh setan dalam diri manusia yang selalu mendorong manusia untuk memperturutkan hawa nafsu dan syahwatnya. Allah Swt berfirman sebagai berikut:
“Seperti orang yang telah disesatkan setan di bumi ini dalam keadaan bingung. Dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Marilah ikuti jalan kami,’” (QS Al-An’am [6]: 71)

Lupa (al-thaif)
Yaitu sejenis was-was yang gelap dan menyihir. Gambaran jalan masuk setan ini adalah tiba-tiba saja hati ingin melakukan perbuatan buruk, atau lupa jumlah rakaat ketika melakukan shalat. Allah Swt berfirman sebagai berikut:
 “Sesungguhnya orang-orang bertakwa, bila mereka was-was (thaif) dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya,” (QS Al-A’raf [7]: 201).

Jumat, 08 Februari 2013

Kelemahan Jin dan Setan


Allah menciptakan semua makhluknya dengan berbagai bentuk dan kemampuan yang berbeda-beda, begitu pula dengan malaikat, jin dan manusia. Allah menciptakan mereka dengan berbagai kemampuan yang tidak dimiliki makhluk lain. Jin dan setan memiliki kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, akan tetapi al-Qur’an dengan tegas mengatakan bahwa hakikatnya setan dan tipu dayanya itu adalah lemah. Berikut adalah beberapa macam kelemahan jin , di antaranya:


1. Tidak bisa mengalahkan orang-orang saleh.
Bukti bahwa setan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang saleh adalah perkataan setan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surat al-Hijr ayat 39-
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (QS. Al- Hijr 15: 39-40).

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa yang menyebabkan setan itu dapat menguasai seseorang adalah karena perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka setan pun akan lari dan tidak akan pernah berani mendekatinya apalagi menguasainya.

Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran agamanya dengan benar serta menancapkan keimanannya dengan tangguh, maka setan pun akan takut dan lari. Hal ini misalnya terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar: “Sesungguhnya setan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).

Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi setan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadits berikut ini:
“Sesungguhnyaorang mukmin akan dapat mengendalikan (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengendalikan untanya ketika bepergian” (HR. Ahmad).

Bahkan, apabila seseorang betul-betul dan terus menerus taat dan shaleh, ia dapat membawa qarinnya (penyertanya, karena setiap manusia itu pasti disertai oleh setan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanannya atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim berikut ini:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada seorangpun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat”. Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan” (HR. Muslim).

 3. Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman.
Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan setan sehingga semuanya dapat bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur’an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:
“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38).

Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:
“Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).

Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadits Muslim dikatakan:
“Dari Abu Darda berkata : “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai shalat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda”. Rasulullah menjawab: “Barusan Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk ditancapkan di muka saya, lalu aku berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu” sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berakata: “Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna” sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah” (HR. Muslim).

4. Jin atau setan tidak dapat menyerupai Rasulullah
Setan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah Saw. Oleh karena itu, apabila seseorang bermimpi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadits shahih dikatakan:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku” (HR. Muslim).

5. Jin dan setan tidak dapat melewati batas-batas tertentu di langit
Sekalipun jin dan setan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melewati batas-batas yang sudah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Karena apabila mereka berani melewatinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Karena itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri informasi dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam surat al-Rahman ayat 33-35).

6. Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Muslim).

Minggu, 16 September 2012

Cara Melihat Setan


Pernah dikisahkan pada kehidupan sebuah pesantren yang di pimpin oleh seorang guru pembimbing yang begitu arif dan bijaksana.
Kisah ini terjadi pada saat seorang murid terbaik pesantren tersebut akan berangkat mengembang tugas dalam siar agama Rasulullah SAW.
Ada beberapa pembicaraan ;;


Sang Guru :” wahai nanda, saatnya engkau telah menamatkan pelajaran nanda di pesantren ini, ilmu pengetahuan agama telah nanda kuasai dengan cukup baik... yahnda berpesan, siarkan agama Junjungan kita Baginda Rasulullah SAW sebagaimana pesan yang telah di wasiatkan Beliau kepada kita semua....

Sang Murid :” Baik yahnda, insya Allah saya akan berusaha dengan sekemampuan saya untuk melaksanakan tugas ini... tapi yahnda...

Sang Guru :”Ada apa nanda..?? apa lagi yang engkau risaukan...

Sang Murid :” nanda telah banyak menimba ilmu dari yahnda, nanda banyak membaca dan menghafal beberapa kitab penting islam, tapi nanda masih ragu akan keberadaan syaitan yang nyata senyata nyatanya sebagai musuh manusia... yahnda,.. bolehkah nanda bertanya, apakah bisa syaitan itu dilihat dengan mata manusia secara wajar... dan bagaimana caranya wahai yahnda....??

Sang Guru tersenyum... Sang Guru mengangguk dan mengerti apa yang di pikirkan oleh sang murid, kemudian Sang Guru berkata :” baiklah, insya Allah besok adalah hari jum’at, dan besok akan nanda saksikan bentuk syaitan yang nyata yang dapat dipandang oleh mata manusia secara wajar...

Keesokan harinya tepat pada hari jum”at, Sang guru dan Sang Murid tadi pergi menjalankan sholat Jum’at bersama. Setelah melakukan sholat sunnah Tahyatul masjid,.... sang Guru mengajak Sang Murid Untuk duduk di safh paling belakang....dan Murid bertanya :” wahai yahnda,..mengapa kita duduk di safh paling belakang, baginda Rasul telah memesankan kita untuk duduk di safh pertama agar mendapatkan seekor kerbau yang gemuk dan sehat...

Sang Guru : ” nanda, untuk hari ini biarlah kita hanya mendapatkan sekantung kurma saja agar nanda dapat melihat bentuk syaitan yang nyata... dan mulai saat ini, nanda perhatikanlah setiap jamaah yang memasuki Masjid ini dan yang keluar dari masjid ini..
Sang Murid pun mendengarkan perkataan Sang Guru...

Setelah sholat selesai, Sang Guru pun bertanya kepada Sang Murid :” Wahai nanda, apakah semua jamaah yang masuk dan keluar dari masjid ini telah engkau perhatikan dan ingat semuanya....
Sang Murid menjawab :” Sudah yahnda...jadi mana setannya..???
Sang Guru :” apakah nanda melihat jamaah yang terakhir sekali memasuki masjid dan yang pertama sekali keluar dari masjid pada hal dia belum melaksanakan permintaannya kepada Allah SWT....

Sang Murid :”ada ya yahnda....si itu ....si itu dan si itu... dan itu lagi... dan itu juga ....nah... itu juga ...
Sang Guru :” itulah bentuk syaitan yang nyata yang dapat dipandang oleh mata sewajarnya... mengapa demikian...? karena surga pernah berdoa kepada Allah :” Ya Allah ... hamba memohon kehadapan Mu ya Robb... janganlah engkau memasukkan hamba hamba Mu kedalam ku sedangkan mereka masih memiliki sifat sombong walaupun sebesar zarroh ( atom / pecikan kembang api di bagi miliaran kali), kemudian Allah Berfirman : ” .... aku tidak akan izinkan siapapun masuk kesorgaku apabila dia masih memiliki sifat sombong walaupun sebesar zarroh....” dan sesungguhnya perbuatan yang paling sombong adalah makhluk yang tidak mau meminta kepada sang Kholik... Allah fa tros samawati wal ard...sedangkan sombong adalah pakaian kebesaran Allah yang telah ia simpan di lemarinya dengan rapat dan sangat tertutup... dan Allah tidak ingin memakainya.

Sang Murid tampak mengangukkan kepalanya sebagai tanda mengerti, kemudian sang Murid berpamitan kepada Sang Guru dengan segala hormat dan kasih demi embanan tugas dari junjungan dari puncak kemuliaan Baginda Rasulullah SAW.....

Senin, 06 Agustus 2012

Perbedaan Iblis dan Setan

BEDA SETAN DAN IBLIS

Apa beda Setan dan Iblis ? Mendengar kata Setan maka seketika pikiran kita biasanya akan langsung membayangkan sesosok makhluk yg seram hitam bertanduk dikepalanya kedua matanya merah gigi tajam tak ubahnya drakula dan memiliki ekor dgn ujungnya seperti anak panah.

Akan tetapi apakah memang demikian keadaan setan sebenarnya ? Jika kita membuka lembaran- lembaran kitab suci dan juga hadis-hadis yg meriwayatkan perihal setan itu sendiri ternyata kita TIDAK akan menemukan penggambaran sosok setan seperti yg kita

bayangkan itu. Tidak ada keterangan apapun dari Allah didalam al-Qur’an maupun juga dari Rasul didalam Hadisnya mengenai perwujudan asli dari makhluk yg bernama setan ini.

Satu hal lain yg sangat lumrah terjadi dimasyarakat bila kita menyebut setan maka biasanya kitapun akan sering mengindentikkannya dgn Iblis yaitu suatu makhluk yg diceritakan oleh al-Qu’ran sebagai pembangkang perintah Tuhan saat disuruh bersujud kepada manusia yg oleh Tuhan berfungsi sebagai Khalifah dibumi .

Menurut Encyclopedia Britannica kata setan sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yg berarti “musuh” dan biasanya ditujukan kepada jenis Jin yg ingkar dan melakukan bisikan jahat terhadap manusia sebagai tindakan godaan dan kesuksesan mereka adl bergantung dari kecerdikannya. Pernyataan tersebut tidak bertentangan dgn pernyataan al-Qur’an maupun hadis Nabi berikut :

Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan yaitu dari jenis manusia dan Jin - Qs. 6 al an’am : 112

Sungguh aku melihat setan- setan Jin dan manusia lari dari Umar - Hadis Riwayat Tirmidzi
Dari ayat dan hadis tersebut digambarkan oleh al-Qur’an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis yaitu setan dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin. Dan dari sini juga ada indikasi bahwa yg namanya setan itu tidak selamanya identik dgn Iblis. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis adl dia dari golongan jin - Qs. 18 al-Kahfi : 50

Jadi Iblis itu sendiri dinyatakan Allah berasal dari golongan Jin tidak ada Iblis dari golongan manusia sehingga mengidentikkan antara Iblis dan Setan tidaklah selamanya benar. Lalu setan dari jenis manusia itu apa dan bagaimana ?

Sabda Nabi :
Apabila tiba bulan Ramadhan dibukalah pintu langit dikunci pintu neraka dan setan dibelenggu Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah Pernyataan Nabi bahwa pintu langit dibuka pada bulan Ramadhan tentunya dimaksudkan sebagai terbukanya pintu rahmat dan pintu ampunan Allah bagi para hamba-Nya yg berpuasa sementara terkuncinya pintu neraka adl tertutupnya pintu azab Allah selagi kita menggunakan kesempatan dibulan suci itu utk melakukan introspeksi diri serta memperbanyak amal ibadah.

Dan pernyataan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan juga tidak mungkin kita artikan secara kontekstual yg sebenarnya sebab memang pada kenyataannya dibulan Ramadhan masih banyak kejahatan merajalela penyembahan berhala minum- minuman keras main perempuan dan aneka tindak kriminal lainnya.

Jadi yg dimaksud oleh Nabi itu tidak lain adl pada bulan Ramadhan itu sewajarnya hawa nafsu kejahatan yg senantiasa ada pada diri manusia itu lbh terkekang krn simanusianya seharusnya sibuk melakukan pendekatan diri kepada Tuhan banyak melakukan dzikir serta menahan makan dan minum yg merupakan sumber dari timbulnya nafsu negatif.

Kesimpulan ini sesuai juga dgn sabda Nabi yg lain : Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia melalui tempat jalannya darah Maka persempitlah tempat jalannya dgn lapar Hadis Riwayat Ahmad Bukhari Muslim Abu Daud dan Ibnu Majah.

Tidaklah mungkin pada tubuh kita ini ada setan yg berdiam sebab jika itu benar maka kita semua ini bisa dikatakan kesurupan tiap hari krn itulah maka yg disebut sebagai setan itu adl dorongan negatif yg selalu berusaha mendominasi semua perbuatan dan pikiran kita tiap waktu .

Bukankah Nabi juga pernah bersabda tatkala beliau kembali dari medan perang : Kita baru saja kembali dari peperangan kecil menuju keperang yg besar Yaitu perang melawan hawa nafsu – Hadis Riwayat al-Khatib dari Jabir Pada Hadis yg sudah kita kutip sebelumnya Nabi menyatakan bahwa lapar merupakan salah satu cara mengekang diri dari tindakan negatif yg justru merugikan diri kita sendiri.

Sabda Nabi yg lain : Jika kalian mendengar suara keledai maka belindunglah kepada Allah dari setan. Karena sesungguhnya dia melihat setan – Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim Sekali lagi jika memang didalam diri manusia ini ada setan dalam pengertian makhluk halus maka apakah tiap keledai melihat manusia juga pasti akan bersuara sebab pada saat yg sama seharusnya dia juga melihat setan didalam diri manusia ? Sementara jika kita mengartikan setan sebagai energi negatif atau dorongan nafsu utk berbuat kejahatan maka hal ini sesuai dgn pernyataan al-Qur’an : Lalu ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu fasiq dan taqwa - Qs. 91 asy-syams : 8

Bersesuaian pula dgn teori yg ada pada ilmu Psiko-linguistik yg menyatakan bahwa manusia dilahirkan didunia bukan dgn piring kosong. manusia dilahirkan dgn dibekali faculties of the mind atau ada juga yg mengistilahkannya sebagai innate properties (1).

Semuanya berpulang kepada kita mana yg akan kita ikuti apakah semangat berbuat kebaikan ataukah semangat utk berlaku jahat ? Ketahuilah bahwa didalam jasad ada gumpalan bila
gumpalan itu baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad ketahuilah bahwa itulah hati - Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Semakin kita condong pada perbuatan negatif maka Iblis yg sejak awal mengumumkan permusuhannya dgn manusia akan mengerahkan semua bala tentaranya dari kalangan Jin yg juga memiliki sifat jahat utk menambah semangat kita berbuat hal yg batil dgn jalan membisik-bisikkan rayuan fatamorgana didalam hati.

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka - Qs. 3 an-nisa’ : 120

.. Kejahatan setan yg biasa bersembunyi yg berbisik kedalam dada manusia dari Jin dan manusia - Qs.114 an-nas : 4 – 6

Kita semua sudah mengetahui bahwa antara ALLAH dan Iblis telah terjadi satu perjanjian dimana Iblis diberi kebebasan oleh Tuhan utk mengadakan cobaan serta ujian atas keimanan manusia terhadap- Nya.
Dan ajaklah siapa yg kamu sanggupi diantara mereka dgn ajakanmu kerahkanlah kepada mereka pasukanmu yg berkendaraan dan pasukanmu yg berjalan kaki lalu bersekutulah bersama mereka dalam urusan harta dan anak- anak dan berilah mereka janji - Qs. 17 al-Isra : 64

Disamping itu mungkin kita juga perlu melakukan kajian secara komprehensif terhadap beberapa hadis Nabi yg menghubungkan penyakit dgn setan dan menghubungkan pula antara suatu perbuatan dgn setan misalnya :

Hendaklah seseorang diantara kamu makan minum dan mengambil dgn tangan kanannya krn setan itu makan minum dan memberi dgn tangan kirinya - Hadis Riwayat Ibnu Majah

Apabila salah seorang dari kalian menguap hendaklah diletakkan tangannya dimulutnya dan tidak memanjangkan suaranya krn sungguh setan mentertawakannya – Hadis Riwayat Ibnu Majah

Tutuplah bejana tutuplah tempat-tempat air tutuplah pintu dan padamkanlah lampu Sebab setan tidak singgah ditempat air yg tertutup tidak membuka pintu tertutup Serta tidak membuka bejana yg tertutup – Hadis Riwayat Bukhari.

Janganlah kalian kencing dilobang - Hadis Riwayat Abu Daud Nasa’i dan Ahmad.

Jangan kalian melepas ternak- ternak kalian dan anak-anak kalian saat matahari terbenam hingga kegelapan malam sebab sungguh setan bergentayangan saat matahari terbenam hingga hilang gelapnya malam – Hadis Riwayat Muslim.

Beberapa hadis diatas meskipun teksnya dihubungkan dgn setan namun bisa kita tinjau dari sisi tata krama medis maupun keselamatan. Orang yg makan minum atau melakukan aktivitas dgn tangan kirinya berkesan orang yg tidak sopan dan jorok sebab secara umum tangan kiri kita gunakan utk –maaf- mencebok sisa kotoran dipantat. Lalu secara psikologis apakah kita mau makan makanan yg bersih dan sehat dgn tangan yg biasa memegang kotoran ?

Lalu bayangkan kita menguap lebar-lebar sambil bersuara “hhaaaahhh..” ditengah orang banyak atau didekat orang yg anda sayangi ataupun malah didalam suatu rapat apa kesan orang-orang tersebut kepada kita ? Selain itu jika saat kita menguap lebar itupun akan memungkinkan virus-virus tertentu yg ada diudara masuk melalui mulut.

Perintah Nabi utk menutup tempat-tempat air yg terbuka mematikan lampu dan menutup pintu tidak lain agar makanan dan minuman kita bersih dari penyakit yg berbahaya seperti jentik nyamuk demam berdarah atau jilatan binatang sejenis kucing tikus dan sebagainya.

Mematikan lampu sebelum tidur adl langkah efisiensi atau penghematan sekaligus mencegah terjadinya arus pendek yg bisa mengakibatkan kebakaran apalagi pada masa lalu orang menggunakan lampu teplok dan lilin utk penerangan sehingga tidak menutup kemunginan lampu teplok itu jatuh kelantai dan mengenai kain sehingga terjadi kebakaran.

Dan larangan kencing dilobang menurut saya agar tidak timbul penyakit maupun aroma tak sedap dari lobang bekas kencing ini tentu saja pengecualian bagi lobang WC yg bisa disiram sehingga tidak menimbulkan bau dan penyakit sebagaimana pernah diungkapkan oleh Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manarnya bahwa makhluk-makhluk hidup yg halus yg dikenal orang sekarang dgn perantaraan mikroskop dan diberi nama mikroba ada kemungkinan juga termasuk jenis Jin jahat yg menjadi penyebab dari berbagai macam penyakit (2).

Menutup pintu tidak lain agar rumah kita tidak dimasuki setan manusia berupa maling rampok atau sejenisnya yg dapat merugikan kita sendiri.

Sementara larangan Nabi agar tidak melepaskan ternak dan anak-anak diwaktu matahari tenggelam hingga pagi hari tidak lain utk menghindarkan kita dari ulah penculik anak dan maling binatang.

Kesimpulan akhir adl setan itu merupakan segala sesuatu yg bersifat jahat yg bisa menjerumuskan seseorang dalam suatu bahaya baik bahaya didunia maupun bahaya diakhirat. Setan bisa berupa hawa nafsu negatif yg merangsang seseorang utk berlaku jahat dan menyimpang dari kebenaran. Setan juga bisa menimbulkan penyakit tertentu dan setan juga bisa berwujud Jin yg jahat.

Jadi jika ada manusia yg selalu melakukan kejahatan kebiadaban atau kenistaan maka dia adl setan berwujud manusia demikian pula bila ada Jin yg berlaku sama seperti itu maka dia adl setan berwujud Jin.

Sebagai tambahan penutup dalam al-Qur’an Allah tidak pernah menyinggung asal penciptaan setan namun Allah telah menyinggung asal penciptaan Jin dan Manusia didalam banyak ayatnya sementara asal penciptaan Malaikat disinggung oleh Nabi dalam sebuah Hadisnya :
Sesungguhnya orang-orang yg bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan mereka ingat ALLAH maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. - Qs. 7 al-a’raf : 201 Jika setan mengganggumu maka mohonlah perlindungan kepada ALLAH sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui - Qs. 41 fushilat : 36

Referensi : —– (1)Soenjono Dardjowidjojo Psiko-linguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia Yayasan Obor Indonesia 2003
(2)Syaikh Muhammad al-Ghazali Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw : Antara pemahaman tekstual dan kontekstual dgn pengantar : Dr. M. Quraish Shihab Terj. Muhammad al- Baqir Penerbit Mizan 1993 hal. 125